KEDIRI – Menjelang gelaran Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang berpusat di Ploso, Kediri, ratusan personel barisan serbaguna (Banser) telah disiagakan. Namun, di balik kedisiplinan dan kesiapan fisik yang matang, ada satu fakta menarik yang tak kalah penting dari pertahanan mereka, yakni restu 'Ibu Negara' alias istri.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Koordinator Lapangan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur, Komandan Ahmad Sya’roni. Saat ditanya mengenai persiapan para anggotanya, Sya’roni tidak menyangkal bahwa persiapan fisik lahir dan batin adalah hal yang mutlak. Namun, ada satu kesiapan yang jauh lebih krusial.
"Tentunya fisik lahir batin itu (penting disiapkan). Termasuk rekomendasi keluarga itu lebih awal. Tanpa rekom dari keluarga, saya yakin enggak bisa begini, hadir begini. Itu lebih utama," ujar Sya'roni ketika dimintai keterangan usai apel pada Sabtu, (20/06/26).
Sambil berseloroh, ia menambahkan bahwa dalam kamus pengamanan Banser, struktur komando di rumah tangga terkadang memiliki pengaruh yang lebih absolut ketimbang instruksi markas pusat.
"Kalau yang lain-lain bisa dikondisikan. Kalau keluarga enggak ada izin, enggak ada rekom, enggak berangkat. Kita taat kepada Ibu Negara, terutama. Pimpinan komandan masih kalah dengan rekom Ibu Negara di rumah," candanya.
Selain sisi humor khas santri, beliau menyebutkan bahwa pengamanan yang diberikan dari sebanyak kurang lebih 300 personel Banser bersama unsur Pagar Nusa dan PAM Pondok Pesantren telah dikerahkan dan disebar ke berbagai titik strategis, mulai dari enam titik registrasi hotel di Kota Kediri, area sidang komisi, hingga pengawalan acara penutupan.
Persiapan ini sendiri sudah dilakukan sejak satu bulan lalu berdasarkan instruksi langsung dari pengurus pusat. Bagi Syaroni dan para kader lainnya, dipercaya untuk mengamankan jalannya Munas dan Konbes ini merupakan sebuah kehormatan besar yang dipilih secara selektif.
"Suatu kebanggaan, ya, ini menjadi cerita nanti kepada anak-cucu maupun kepada sahabat-sahabat yang lain," pungkasnya.
Pihak keamanan juga mengimbau kepada seluruh jemaah dan masyarakat umum yang hadir untuk tetap tertib dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh panitia bersama PBNU serta pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso demi kelancaran acara menuju tahapan Muktamar berikutnya.